Zapopan — Spanyol menutup fase grup Piala Dunia 2026 dengan kemenangan telak atas Uruguay di Estadio AKRON, Sabtu dini hari. Pertandingan berakhir dengan skor 0-1, mencukupkan Spanyol untuk maju ke babak berikutnya dengan performa dominan, sementara Uruguay harus mengemas koper setelah mengumpulkan hanya dua poin dari tiga laga.

Alejandro Baena menjadi bintang di babak pertama ketika ia menerima umpan sempurna dari Marcos Llorente dan mengeksekusi dengan sempurna di menit ke-42. Gol tersebut cukup untuk memisahkan kedua tim hingga peluit akhir berbunyi, meskipun ketat dan penuh intensitas. Dominasi Spanyol terlihat jelas dari penguasaan bola 67 persen dan enam sundulan ke area terlarang, sementara Uruguay hanya mampu menghasilkan lima tentangan dengan satu yang terarah ke sasaran.

Foto: detik.com
Foto: detik.com

Babak kedua dipenuhi dengan ketegangan dan kartu kuning yang berjatuhan. Uruguay berupaya keras mencari penyamaan, tetapi pertahanan Spanyol, diperkuat penampilan solid Pau Cubarsí, mampu mengatasi setiap gelombang serangan. Hanya satu tembakan Uruguay yang berhasil terarah ke gawang di seluruh pertandingan, menunjukkan kontrol defensif yang superior dari tim tamu. Pelatih Luis de la Fuente membuat pergantian taktis di jam-jam terakhir, memasukkan Pedri dan Mikel Merino untuk mengamankan hasil.

Drama terakhir muncul saat menit-menit paling akhir, ketika pertahanan Uruguay mulai goyah. Pencetak gol kemenangan Baena terkena kartu kuning di babak kedua, sementara Nicolás de la Cruz menerima persinggahan kartu pada menit 90+3. Tekor Uruguay semakin berat ketika A. Canobbio menerima kartu merah pada menit 90+5 karena serangan serius, membuat Uruguay turun menjadi sepuluh pemain saat laga tinggal detik tersisa. Insiden itu menutup pertandingan dengan nada pahit bagi skuad yang dipimpin Marcelo Bielsa.

Hasil ini membuat Uruguay tersingkir dari Piala Dunia dengan nasib yang menyakitkan. Setelah dua hasil seri melawan Cape Verde Islands (2-2) dan Arab Saudi (1-1), kekalahan lagi dari Spanyol meninggalkan mereka bertengger di dasar kelompok tanpa lolos ke fase knockout. Sementara itu, Spanyol naik ke puncak grup dengan koleksi sembilan poin dan performa yang jauh lebih konsisten, mengumumkan diri sebagai salah satu tim kuat di turnamen ini menjelang pertandingan babak 32 besar melawan Austria.

Foto: cnnindonesia.com
Foto: cnnindonesia.com

Penampilan Spanyol yang terukur, didukung oleh penguasaan bola tinggi dan pertahanan tangguh, menjadi template mereka sepanjang fase grup. Mikel Oyarzabal dan Lamine Yamal menjadi tokoh penyerang berbahaya, sementara pertahanan yang kompak menghalangi Uruguay untuk menciptakan peluang nyata. Sebaliknya, Uruguay terlihat kurang terkoordinasi dan kesulitan menemukan irama di laga krusial ini, dengan tim yang terus bertukar pemain namun tanpa membawa perubahan signifikan pada skema permainan mereka.

Keluarnya Uruguay dari turnamen ini memicu sejumlah pertanyaan internal tentang strategi dan komposisi skuad yang diterapkan Bielsa. Beberapa pemain, termasuk Manuel Ugarte, dilaporkan mengalami cedera fisik yang mengganggu performa mereka. Namun, untuk Spanyol, langkah maju adalah kepastian, dengan tekad menghadapi ujian yang lebih berat di babak berikutnya sambil mempertahankan momentum yang telah dibangun.