Miami Gardens – Dongeng Tanjung Verde di Piala Dunia 2026 terus berlanjut. Setelah mencuri poin dari Spanyol dengan hasil 0-0, tim debutan dari pulau kecil Afrika itu kembali tampil tangguh untuk menahan Uruguay dengan skor 2-2 di Hard Rock Stadium, Minggu (21/6/2026) waktu setempat. Dalam pertandingan penuh drama di babak pertama dan kedua, Cape Verde menunjukkan ketahanan luar biasa dengan dua kali menyamakan kedudukan setelah tertinggal.
Pertandingan dimulai dengan Uruguay langsung menggebrak meski Cape Verde mencoba bertahan dengan formasi tertutup. Kedua tim bermain cukup hati-hati di lima belas menit pertama, dengan beberapa kartu kuning sudah diberikan wasit. Menit ke-5, Sidny Lopes Cabral dari Cape Verde menerima kartu kuning, disusul Rodrigo Bentancur dari Uruguay di menit ke-20 karena pelanggaran tripping.

Kejutan datang di menit ke-21 ketika Kevin Lenini mencetak gol untuk Cape Verde tanpa bantuan rekan setim. Gol pembuka ini langsung membawa antusiasme luar biasa bagi tim tamu. Uruguay yang unggul dalam penguasaan bola 66 persen berusaha menekan, namun pertahanan Cape Verde berhasil bertahan dengan solid di babak pertama.
Menjelang akhir babak pertama, Uruguay akhirnya menemukan momentum. Menit ke-44, Maximiliano Araújo mencetak gol untuk menyamakan kedudukan 1-1. Dua menit kemudian, di menit ke-45+6, Agustín Canobbio menambah keunggulan Uruguay menjadi 2-1 dengan umpan dari Araújo. Uruguay sempat terlihat akan menang nyaman dengan keunggulan dua gol menjelang istirahat pertama.
Babak Kedua: Hélio Varela Samakan Kedudukan
Namun Cape Verde tidak menyerah. Setelah turun minum, tim asuhan pelatih dari pulau itu melakukan tiga perubahan pemain di menit ke-46 dan ke-58. Substitusi Telmo Arcanjo, Gilson Tavares, dan Garry Rodrigues membawa kesegaran dalam permainan tamu. Hasilnya terukti efektif ketika menit ke-61, Hélio Varela mencetak gol dengan finishing yang tajam untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Momentum berubah total, dan Cape Verde mulai mendominasi jalannya pertandingan.

Uruguay mencoba bangkit kembali. Menit ke-68, Maximiliano Araújo dinyatakan offside oleh VAR, menggagalkan kesempatan keemasan untuk membuat skor 3-2. Pelari tim Uruguay melakukan dua pergantian pemain di menit ke-70 dengan memasukkan Manuel Ugarte dan Federico Viñas menggantikan Nicolás de la Cruz dan Darwin Núñez, mencoba mengubah dinamika permainan. Araujo sendiri akhirnya keluar lapangan di menit ke-81 untuk digantikan Brian Rodríguez.
Pertandingan semakin ramai dengan kartu-kartu yang terus keluar. Mathías Olivera mendapat kartu kuning di menit ke-58 karena pelanggaran holding. Di menit terakhir, Diney Borges juga menerima kartu kuning di menit ke-90+3. Meski Uruguay terus mencari kemenangan dengan 16 tembakan dan 11 tendangan sudut, Cape Verde dengan penguasaan bola hanya 34 persen berhasil mempertahankan hasil imbang hingga peluit akhir.
Pertandingan di Hard Rock Stadium ini menampilkan performa cemerlang dari Maximiliano Araújo yang dinobatkan pemain terbaik (rating 7.9). Gelandang-penyerang Uruguay itu tidak hanya mencetak satu gol tetapi juga memberikan satu assist untuk Canobbio, dengan 81 menit bermain. Kevin Lenini dari Cape Verde juga mengesankan dengan rating 7.7 dan berhasil mencetak gol penting di awal pertandingan. Agustín Canobbio melengkapi trio top performer dengan rating 7.3 dan kontribusi satu gol dalam waktu bermain 93 menit.
Hasil imbang 2-2 ini menjadi batu lompatan penting bagi Cape Verde yang terus membangun legenda di Piala Dunia pertamanya. Seperti dilaporkan Detik Sport, tim debutan itu telah meraih empat poin dari dua pertandingan pertama dan sekarang dalam posisi yang sangat kuat untuk melanjutkan ke babak berikutnya. Sementara Uruguay, meskipun juga dengan empat poin dari dua laga, harus lebih waspada karena satu kali kekalahan bisa mengancam kualifikasi mereka. Grup H kini menjadi sangat panas dengan berbagai kemungkinan terbuka lebar untuk putaran grup selanjutnya.