Houston - Portugal tidak memberi ampun kepada Uzbekistan. Di laga kedua babak penyisihan Grup K Piala Dunia 2026, Selecao das Quinas menampilkan performa dominan yang sesungguhnya, membantai timnas Asia Tengah dengan skor telak 5-0 di NRG Stadium, Rabu malam waktu setempat (Kamis dini hari WIB).

Kemenangan besar ini bukan sekadar angka. Pertandingan di Houston menjadi perayaan untuk Cristiano Ronaldo, yang membuktikan dirinya tetap menjadi tulang punggung serangan Portugal meski memasuki babak akhir karier internasional. Kiper Uzbekistan bahkan mencetak gol bunuh diri, sekaligus melukiskan betapa buruknya pertahanan tamu dalam menghadapi tekanan Portugal yang konsisten selama 90 menit penuh.

Foto: cnnindonesia.com
Foto: cnnindonesia.com

Jalannya Pertandingan

Portugal langsung menggebrak sejak menit-menit awal. Serangan cepat dari sayap kiri menghasilkan buah manis di menit 6 ketika Cristiano Ronaldo menerima umpan horizontal dari João Cancelo dan dengan tenang menjebol gawang Uzbekistan. Gol pertama ini segera memberikan kepercayaan diri kepada Selecao das Quinas untuk terus menekan lawan. Uzbekistan, sejak awal, sudah terlihat kesulitan mengatur ritme permainan dengan penguasaan bola hanya 34 persen sepanjang laga.

Menit 14, Odiljon Khamrobekov menerima kartu kuning atas pelanggaran holding, menunjukkan bahwa Uzbekistan terus-menerus dalam posisi defensif yang tertekan. Enam menit kemudian, menit 17, Nuno Mendes menambah keunggulan Portugal tanpa memerlukan assist. Bek sayap kiri itu berhasil memanfaatkan keliruan pertahanan Uzbekistan untuk menjebol gawang dengan mudah. Skor berubah menjadi 2-0 untuk Portugal dengan waktu yang masih tersisa banyak.

Usaha Uzbekistan untuk membalas datang di menit 29 ketika Azizjon Ganiev mencoba merobohkan pertahanan Portugal, namun VAR membatalkan gol tersebut atas penetapan pelanggaran yang sebelumnya. Keputusan ini semakin memukul semangat timnas tamu. Portugal kembali menggebrak, dan hasilnya terlalu jelas: menit 39, Cristiano Ronaldo menerima assist dari Bruno Fernandes dan menggandakan golnya menjadi 2 gol dalam satu pertandingan. Skor 3-0 untuk Portugal ketika babak pertama berakhir adalah cerminan dominasi mutlak.

Foto: sport.detik.com
Foto: sport.detik.com

Babak kedua dimulai dengan pergantian pemain di kedua belah pihak. Portugal menukar João Cancelo dengan Nélson Semedo dan mengeluarkan Pedro Neto untuk menggantikan Francisco Conceição. Uzbekistan juga melakukan perubahan serupa, namun tidak cukup untuk mengubah arah pertandingan. Momentum tetap di tangan Portugal yang terus mencari gol tambahan. Menit 60, terjadi insiden yang memalukan bagi Uzbekistan: Abduvokhid Nematov, dalam upaya menghalau bola, malah menyundulnya ke dalam gawang sendiri. Gol bunuh diri ini membuat skor menjadi 4-0 dan praktis mengubur harapan comeback Uzbekistan.

Pertandingan selanjutnya menjadi formalitas bagi Portugal. Menit 68, Renato Veiga menerima kartu kuning atas pelanggaran roughing, sementara Uzbekistan terus-menerus melakukan perubahan pemain untuk mencari solusi tanpa hasil nyata. Menit 87, Rafael Leão, yang dimainkan sebagai pengganti João Félix, menambah golnya menjadi 5-0. Gol ini menjadi pemutup sempurna dari dominasi Portugal yang selama 90 menit mengendalikan sepenuhnya pertandingan dengan 66 persen penguasaan bola dan 17 total tembakan, dengan 9 di antaranya tepat sasaran.

Performa Cemerlang Ronaldo dan Mendes

Cristiano Ronaldo keluar sebagai bintang utama malam ini dengan rating sempurna 8.3 dan dua gol dari enam tembakan yang dilakukan, lima di antaranya mengenai sasaran. Namun, penghargaan pemain terbaik pertandingan jatuh ke tangan Nuno Mendes dengan rating tertinggi 8.7. Bek sayap kiri Portugal itu tidak hanya mencetak satu gol, melainkan tampil solid sepanjang 94 menit dengan pertahanan yang rapi dan kontribusi offensif yang konsisten. Statistik menunjukkan Mendes menghasilkan satu tembakan yang tepat sasaran dari satu percobaan, efisiensi yang mengesankan untuk seorang defender.

Bruno Fernandes, meski tanpa gol, memainkan peran orchestrator di lini tengah dengan satu assist untuk gol Ronaldo di menit 39. Rating 8.3 untuk Fernandes mencerminkan kontribusinya yang steady dalam mengatur tempo permainan dan distribusi bola yang membuka ruang serangan bagi skuat tuan rumah taktisnya, Fernando Santos. Kombinasi ketiganya—Ronaldo, Mendes, dan Fernandes—menunjukkan betapa seimbang skuad Portugal di setiap lini lapangan.

Bagi Ronaldo khususnya, pertandingan ini memiliki makna historis. Menurut laporan Goal.com, Cristiano Ronaldo kini menyamai rekor Lionel Messi sebagai pemain yang mencetak gol di Piala Dunia dengan rentang usia yang paling panjang—menutup keraguan sebagian pengamat yang mempertanyakan apakah usia 39 tahun sudah terlalu tua untuk berkontribusi di level tertinggi. Dua gol di pertandingan ini membuktikan bahwa Ronaldo tetap menjadi pemain bertahan yang mampu mengubah hasil pertandingan.

Menurut Bola.kompas.com, Ronaldo terpilih sebagai pemain terbaik pertandingan dalam survei awal, meskipun data rating menunjukkan Mendes sedikit unggul. Perbedaan ini wajar mengingat Mendes tidak hanya defensif solid tetapi juga berhasil merobohkan gawang, sesuatu yang jarang dilakukan oleh pemain di posisinya. Kombinasi keduanya membentuk fondasi kemenangan Portugal yang mengesankan.

Uzbekistan, di sisi lain, tidak memiliki individu yang mampu menonjol. Tahan fisik memang tercermin dari 15 pelanggaran yang dilakukan, namun tidak ada strategi defensif yang terorganisir untuk menghentikan serangan Portugal yang bertubi-tubi. Dengan hanya dua tembakan tepat sasaran dari tujuh percobaan, timnas Asia Tengah nyata-nyata kewalahan menghadapi kompleksitas taktis Selecao das Quinas.

Kemenangan ini menempatkan Portugal di puncak Grup K dengan enam poin setelah dua pertandingan, asalkan tim lain di grup ini tidak menghasilkan poin yang lebih banyak. Seperti disampaikan di CNN Indonesia, kemenangan telak 5-0 membawa Selecao das Quinas selangkah lebih dekat untuk memastikan tiket lolos ke babak 16 besar, sekaligus memantapkan posisi mereka sebagai kandidat juara grup. Pertandingan selanjutnya akan menentukan apakah momentum ini dapat dipertahankan hingga akhir babak penyisihan.

Bagi Uzbekistan, kekalahan ini baru permulaan dari tantangan yang lebih berat. Tim yang dipimpin pelatih mereka akan menghadapi lawan-lawan lain di grup dengan kepercayaan diri yang merosot total. Namun, perjalanan mereka di turnamen masih panjang, dan peluang untuk bangkit dari keterpurukan ini masih ada jika mereka dapat mengevaluasi kelemahan pertahanan yang fatal ini dalam pertandingan-pertandingan mendatang.