Arlington – Pertandingan pembukaan Grup F Piala Dunia 2026 antara Belanda dan Jepang di AT&T Stadium berakhir dengan hasil 2-2 setelah drama gol di menit-menit terakhir. Meski sempat menguasai jalannya pertandingan dan memimpin 2-1 memasuki 20 menit terakhir, Belanda gagal menutup kemenangan ketika Daichi Kamada menyamakan kedudukan di menit ke-88. Hasil ini membuat prediksi awal yang menguntungkan tuan rumah—82 persen untuk kemenangan Belanda—pupus sia-sia.
Oranje menguasai inisiatif sejak awal babak kedua. Virgil van Dijk membobol gawang Jepang di menit ke-51 setelah menerima umpan presisi dari Ryan Gravenberch, menempatkan Belanda unggul 1-0. Tiga babakan kemudian, Keito Nakamura membalas untuk Jepang dengan gol di menit ke-57, hasil kerja sama dengan Takefusa Kubo yang menjadi respons tajam terhadap dominasi penguasaan bola Belanda (59 persen). Pertandingan semakin panas ketika Crysencio Summerville, pemain terbaik malam itu dengan rating 8,3, menambah keunggulan Belanda menjadi 2-1 di menit ke-64 dari umpan Gravenberch lagi.

Kesalahan Penyeludupan Belanda di Akhir Pertandingan
Dengan skor 2-1 di tangan dan sisa waktu 19 menit, posisi Belanda seharusnya sangat kokoh. Data historis menunjukkan bahwa tim yang memimpin satu gol memasuki menit ke-71 memiliki tingkat kemenangan lebih dari 85 persen. Namun, taktik kontrol yang diterapkan pelatih Belanda tidak cukup mengimbangi tekanan balik Jepang yang terus menggerebet setelah pergantian pemain di menit ke-66 dan 75. Substitusi ganda Jepang—termasuk penarikan Takefusa Kubo dan Ritsu Doan—menunjukkan perubahan strategi offensif yang disengaja, meski sempat terlihat melemahkan struktur pertahanan mereka.
Tetapi efektivitas perubahan itu terbukti nyata di menit ke-88. Koki Ogawa, yang juga cemerlang dengan dua kali terlibat dalam gol Jepang, memberikan umpan kepada Daichi Kamada untuk menyapu bola dari depan gawang dan mengubah skor menjadi 2-2. Momentum bergeser total setelah itu. Miky van de Ven menerima kartu kuning di menit ke-90+1 karena pelanggaran holding, memastikan Belanda bermain dengan tekanan tinggi sampai peluit akhir.
Kepemilikan bola Belanda yang mencapai 59 persen tidak dikonversi menjadi dominasi hasil akhir. Meski mencatat 10 tembakan dengan 3 mengenai sasaran, Oranje terdesak oleh ketajaman Jepang di fase akhir yang mencapai enam tembakan on-target dari 10 total percobaan. Summerville keluar di menit ke-70 setelah menukar energi, sedangkan Memphis Depay dan Ryan Gravenberch juga diganti untuk menjaga fisik. Kebijakan rotasi defensif ini, diduga, menjadi celah yang dimanfaatkan Jepang.

Virgil van Dijk bermain penuh 94 menit dan memberikan satu gol plus pertahanan kokoh sepanjang laga, meski tidak mampu mencegah serangan balik di detik-detik terakhir. Di sisi lain, Zion Suzuki dari Jepang menonjol sebagai pengganggu tanpa batas—tampil stabil sepanjang 94 menit dengan rating 8,0 meski tanpa gol atau assist langsung. Kombinernya dengan Ogawa di garis tengah menciptakan transisi cepat yang membahayakan.
Hasil 2-2 adalah pukulan berat bagi Belanda yang datang sebagai salah satu favorit grup. Prediksi model analitik sebelumnya memberikan 82 persen peluang kemenangan Oranje dengan skor 2-1, sementara over 2.5 gol masuk prediksi dengan 72 persen dan kedua tim mencetak gol 88 persen—dua dari tiga skenario itu terwujud. Dalam klasemen Grup F, titik ini menempatkan Belanda dan Jepang sama-sama di lini keselamatan dengan satu poin, namun mereka tertinggal signifikan dari leader grup setelah laga pertama. Laga berikutnya akan sangat krusial bagi Oranje untuk bangkit, sementara Jepang bisa merayakan satu poin yang terasa seperti kemenangan besar di markas Piala Dunia.